Mungkin banyak dari sobat-sahabat semua yang sudah memiliki PS4 sempat berpikir untuk upgrade ke PS4 Pro, dan bahu-membahu itu lah yang aku pikiran dulu, dikala itu saya merasa perlu upgrade ke mesin yang lebih power full untuk menerima performa yang lebih maksimal. Namun teman-sobat harus melakukan research terlebih dahulu untuk mencari perbedaan antara kedua console ini.
Perasaan bertanya-tanya dan penasaran, membuat saya browsing dan mencari gosip ihwal perbandingan PS4 Pro dan PS4 biasa, akibatnya tentu "rata-rata" ada sebagian yang menganggap perlu upgrade ada yang tidak, dan tentunya semua jawaban itu tidak membuat aku merasa puas sama sekali. Perlu upgrade alasannya kita akan merasakan performa bermain games dalam mode 4K, yang mana ini yakni pengalaman pertama aku bermain games dalam resolusi ini.
Hingga risikonya, saat manusia mencari sesuatu, maka terbukalah jalan.. Ada sobat aku menjual PS4 Pro dengan harga PS4 biasa, singkat cerita akibatnya aku membeli PS4 Pro punya sahabat saya itu, dan jujur ekspektasi saya dikala itu untuk PS4 Pro sangat tinggi sekali, di kepala aku cuma ada bayangan main game PS4 dengan grafik dan frame rate yang JAUH LEBIH BAIK dari sebelumnya.
Dan kesannya aku mencoba dan mengetes PS4 Pro tersebut, saya langsung memainkan beberapa game yang sudah ada patch untuk PS4 Pro, mirip Ratchet And Clank, Rise of Tomb Raiders, Last of us Remastered, waktu itu aku mencoba nya di TV LG 32" FHD, dan ternyata oh ternyata, tidak ada perubahan yang signifikan dari segi grafik, texture dll tidak berubah, hanya "sedikit" perubahan nya, dikala setting grafik dinaikkan ke resolusi native 4K. Saat itu aku masih belum percaya, mungkin ada yang salah, atau ada yang belum aku setting, waktu itu saya mencoba semua kombinasi setting an yang ada di PS4 Pro atau setting yang ada di dalam game, dan hasilnya tetap sama saja. Namun untuk beberapa game yang improve di FPS seperti Final Fantasy XV, in Famous Second Son dikala kita ON kan fps memang terasa pribadi di mata, 60fps memang sangat nyaman di mata. Inti nya dari percobaan pertama ini resolusi, grafik tidak terlalu terasa, yang terasa ketika game di set 60Fps, nah sayangnya hanya sebagian kecil game yang mampu di up sampai 60FPs. (Sember : http://www.gamesradar.com/ps4-pro-confirmed-games-list/)
Dari percobaan di atas saya mengambil kesimpulan, kalau PS4 Pro WAJIB menggunakan TV 4K HDR agar akibatnya lebih maksimal, dan saat itu saya masih tetap bertahan di TV FHD, hingga suatu hari TV FHD saya tiba-tiba rusak alasannya kena air, dan singkat kisah lagi, saya mampu beli TV 4K HDR UHD Samsung 40KU6300, dengan semangat 45 masa itu saya sudah tidak tabah untuk mencoba TV tersebut di PS4 Pro, lagi-lagi dengan ekspektasi yang melambung tinggi.
Saat pertama kali dicoba, memang sudah terasa perbedaan gambar nya, aku merasa senang sekali, gambar lebih detail, pada sajian utama pun sudah terlihat perbedaannya dengan TV usang aku, detail kecil begitu terperinci terlihat, dikala itu aku tidak sadar kalau detail tersebut di mampu bukan alasannya adalah PS4 Pro melainkan sebab resolusi TV 4K yang lebih detail. Tanpa basa bau saya langsung mengetes kembali beberapa game yang dulu pernah aku test di PS4 Pro, dan memang ada perubahan tampilan, namun kembali ini semua tidak signifikan, semua setting telah saya coba, HDR, Boost Mode, setting-bolak balik di game sampai kesudahannya saya sadar, apa pun yang saya lakukan risikonya tidak akan jauh dari apa yang aku lihat dikala itu, dan risikonya saya menyerah, terima apa adanya.
Dari situ saya merasa untuk upgrade dari PS4 biasa ke PS4 Pro SANGAT TIDAK WORTH IT
http://hydeist666.blogspot.co.id/…/fiture-motion-smoothing-…)
Saya tidak melarang bagi sobat-sobat yang mau membeli PS4 Pro, silahkan, itu hak anda langsung, semua artikel di atas murni cuma pendapat langsung aku sebagai user PS4, namun mungkin sahabat-teman mampu lebih dipertimbangkan kembali dan tidak tergoda trick marketing, uang 6.5jt its a lot of money, jadi belanjakan dengan bijak. Semoga artikelnya bermanfaat..
*UPDATE 19 DESEMBER 2019
Tidak sengaja kembali membaca artikel ini, jadi teringat begitu kesal nya saya pada waktu itu saat PS4 Pro tidak sesuai expetasi saya, sekarang kurang lebih sudah 2 tahun berlalu PS4 Pro saya menemani saya dalam bermain berbagai macam games dan menulis review nya di blog sederhana ini. Setelah 2 tahun rasanya aku sudah tidak mementingkan resolusi 4K lagi, dikala bermain game aku lebih sering pada setting an default aja, tanpa terlalu peduli dengan resolusi, mungkin karena mata ini sudah menyesuaikan diri dengan resolusi 4K jadi terasa nya biasa saja. PS5 sudah di ujung tanduk, tentunya investasi dalam bentuk TV 4k lebih menguntungkan, sahabat-sobat saya yang dulunya masih menggunakan TV FHD kini mulai membeli TV 4k yang kini harganya jauh lebih terjangkau dari saat itu. PS4 Pro saya merupakan generasi paling awal sama mirip saat di release di worldwide, dan Alhamdulillah sama sekali tidak ada problem hardware yang signifikan, cuma sekali pernah saya bongkar untuk membersihkan abu dan mengganti termal pasta
(baca:https://cusinethai.blogspot.com//search?q=fiture-motion-smoothing-yang)
Saya mengakui PS4 cukup infinit dari segi hardware, pengalaman PS4 fat kemudian ganti ke PS4 slim, lalu ke PS4 Pro 1 dan PS4 Pro 2 semua tidak ada dilema. Semoga berita suplemen ini mampu membantu teman-sobat semua, keputusan aku tentunya tidak berubah kalau PS4 pro tidak worth it untuk di beli.
*UPDATE 19 DESEMBER 2019
Tidak sengaja kembali membaca artikel ini, jadi teringat begitu kesal nya saya pada waktu itu saat PS4 Pro tidak sesuai expetasi saya, sekarang kurang lebih sudah 2 tahun berlalu PS4 Pro saya menemani saya dalam bermain berbagai macam games dan menulis review nya di blog sederhana ini. Setelah 2 tahun rasanya aku sudah tidak mementingkan resolusi 4K lagi, dikala bermain game aku lebih sering pada setting an default aja, tanpa terlalu peduli dengan resolusi, mungkin karena mata ini sudah menyesuaikan diri dengan resolusi 4K jadi terasa nya biasa saja. PS5 sudah di ujung tanduk, tentunya investasi dalam bentuk TV 4k lebih menguntungkan, sahabat-sobat saya yang dulunya masih menggunakan TV FHD kini mulai membeli TV 4k yang kini harganya jauh lebih terjangkau dari saat itu. PS4 Pro saya merupakan generasi paling awal sama mirip saat di release di worldwide, dan Alhamdulillah sama sekali tidak ada problem hardware yang signifikan, cuma sekali pernah saya bongkar untuk membersihkan abu dan mengganti termal pasta
(baca:https://cusinethai.blogspot.com//search?q=fiture-motion-smoothing-yang)
Saya mengakui PS4 cukup infinit dari segi hardware, pengalaman PS4 fat kemudian ganti ke PS4 slim, lalu ke PS4 Pro 1 dan PS4 Pro 2 semua tidak ada dilema. Semoga berita suplemen ini mampu membantu teman-sobat semua, keputusan aku tentunya tidak berubah kalau PS4 pro tidak worth it untuk di beli.
















No comments:
Post a Comment