Mengadopsi teknologi gres memang tak murah. Mencicipi sebuah teknologi yang mampu berujung belum sempurna biasanya dipatok di harga yang cukup tinggi, namun berangsur murah seiring dengan waktu berjalan. Harga komponen yang lebih murah atau perusahaan yang menjual rugi untuk menjaring basis fans yang lebih besar membuat hal tersebut dimungkinkan. Hal yang sama juga terjadi dengan perangkat VR yang kini tersedia via dua nama besar – HTC Vive dan Oculus Rift untuk pasar PC. Sementara untuk pasar konsol? Pengalaman tersebut ditawarkan Playstation VR yang akan meluncur di bulan ini. (red: Jagatplay)
Saya jadi ingat salah satu teknologi yang dulu dibilang orang-orang akan menjadi teknologi kurun depan dari Cinema, yakni teknologi 3D/4D yang mana hal tersebut hingga kini tidak terbukti, orang lebih memilih kualitas layar led 4k/ 8k dengan FPS tinggi dibanding 3D, hal yang sama juga bisa terjadi dengan PS VR yang sebentar lagi akan direlease di pasaran.
Pertama-tama yang paling penting adalah duduk perkara harga, untuk estimasi PS VR kemungkinan kisaran 5.3 juta (sumber: liputan6.com), itu merupakan versi standart saja, alias cuma PS VRnya, tanpa aksesoris lain mirip PS Move dan PS Camera, dalam bundle versi standart PS VR untuk wilayah pemasaran Asia juga belum bisa dikonfirmasi apakah sudah mampu BD demo, sebab menurut keterangan hanya versi Eropa yang sudah include BD demonya. Kaprikornus intinya kita harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk membeli game yang khusus VR. Untuk harga kaset khusus PS VR juga belum bisa dikonfirmasi apakah harganya sama sperti game title AAA.
Yang tak kalah pentingnya, yang kedua ialah ihwal developer game yang akan menciptakan games untuk PS VR ini, untuk sekarang ini sudah ada sekitar 230an developer yang akan berbagi games untuk PS VR, dan sudah ada sekitar 50 game yang sudah bisa dimainkan sebagai demo, dan pada bulan ini akan release 7 games, dari game-game yang akan release di awal-awal ini Saya eksklusif tidak ada yang tertarik, Saya lihat untuk grafis belum terlalu maksimal, mungkin akan lebih optimal bila PS4 Pro sudah release. Intinya yang aku lihat dari game-game awal ini yaitu para developer lebih mementingkan frame rate ketimbang dari grafis, sebab konon katanya jika memakai PS VR, frame rate harus di atas 60fps, jika di bawah ini maka akan terasa mual/ motion sick.
Kesimpulannya sih, teknologi baru VR ini mendapat sambutan yang cukup meriah dari masyarakat, dan tentunya disambut juga dengan para developer yang membuatkan game dalam perangkat itu cukup banyak. Setau saya semua aksesoris dari sebuah console tidak ada yang berujung sukses, yang sepi developer pengembangnnya. Sebutlah, PS Move/ Camera/ Kinect yang hanya sedikit game yang mendukung fiture itu.
Dengan munculnya PS VR ini mari kita lihat, mau dibawa ke mana periode depan dari Video Games.
Oiya mengutip dari seorang Youchoober terkenal, Agung Habsyah, yang mana ia bilang, sebuah Seni (ART) dari sebuah filem itu terletak dari penempatan sudut pandang kamera dalam filem tersebut. Jadi inti yang mampu saya dapat dari kutipan di atas yaitu, ketika munculnya teknologi VR maka penempatan sudut kamera sudah tidak digunakan lagi karena kita mampu melihat 360 derajat, yang mana ini tentunya akan merubah secara masive industri filem dan games kedepannya.
last words "Stay Classy"







No comments:
Post a Comment