Saturday, April 20, 2019

Game Overview : Metro: Last Light


Game Overview : Metro: Last Light


Metro Last Light merupakan sebuah game ber-genre First-person shooter dengan tema survival-horor dimana dunia telah hancur akibat perang nuklir. Game ini dikembangkan oleh studio asal Ukraina berjulukan 4A Game. Sebenarnya game ini diubahsuaikan dari sebuah novel best selling berjudul Metro 2033 karya penulis asal Moscow berjulukan Dmitry Glukhovsky.

Jujur Saya mendengar judul game ini sudah lama, namun belum ada minat untuk memainkannya, baru beberapa hari ini ada kesepatan untuk menyicipi gameplay game ini. Awal cerita terdapat cutscane yang menceritakan tokoh utama berjulukan Artyom saat masih kecil, dimana beliau mengingat dunia yang masih bersih sebelum perang nuklir dan dia mengajak teman-temannya untuk naik ke permukaan, karena sehabis perang nuklir para manusia yang bisa selamat tinggal di bawah tanah, shelter-shelter kumuh tempat bantuan terakhir umat insan. Para insan tidak dapat keluar dari tempat persembunyian mereka alasannya radiasi serta udara yang mengandung racun dan munculnya mahluk mutasi yang membahayakan nyawa. Cara insan untuk naik ke permukaan yaitu dengan menggunakan seragam dan helem anti radiasi. Ini lah cirikhas dari game ini.


Dunia yang khas sehabis kota Moscow hancur, rata-rata petualangan dilakukan di dalam trowongan-trowongan bawah tanah, bertemu mahluk-mahluk aneh dan terkadang menciptakan kaget, digame ini ada beberapa adegan yang begitu seram. Secara Storyline cukup elok, gameplay standar game FPS, namun terasa sedikit kaku. Pada game ini juga ada beberapa senjata yang bentuknya cukup unik, alasannya adalah latar belakang dunia yang telah hancur jadi sumber daya cukup minim, Beberapa barang merupakan hasil dari daur ulang sampah atau peralatan lainnya.  Peluru merupakan mata uang digame ini, karena tidak ada lagi yang lebih penting untuk melindungi diri selain senjata api.


Ada beberapa imbas khusu dari game ini yaitu yaitu efek, air, debu, lalat, salju, lumpur dll yang akan menempel pada kaca helem kita, dan kita harus mengusapnya, Cahaya yang minim dan tempat-tempat yang kotor membuat petualangan menjadi lebih mendebarkan. Pada gameplay sesungguhnya kita disuruh untuk menamatkan game ini sebanyak dua kali, alasannya game ini memiliki dua ending yang berbeda. Kita mampu bermain secara sembunyi - sembunyi tanpa harus membunuh manusia atau kita bermain secara terperinci-terangan alias rambo style, kedua hal tersebut akan mempengaruhi ending dari game ini. Adakalanya kita juga dikejar dengan waktu, karena filter racun pada helem kita memilki waktu yang harus diganti secara reguler.

.
Secara overall Saya menikmati bermain game ini, ada beberapa colectable item, dan kita mampu mendengar beberapa npc yang sedang bercakap-cakap menceritakan problem dan kejadian yang ada di luar dan memang cukup menarik untuk diikuti. Ada juga sebuah misteri Dark One seorang insan ber warna hitam yang bisa dengan bebas berjalan di permukaan, dan kemungkinan Dark One merupakan kunci inti bagi abad depan manusia. Selama petualangan kita juga akan bertemu beberapa karakter-huruf penting, dan juga para warga sipil pengungsi yang mencoba untuk survive dengan keadaan yang serba minim. Terakhir tak ketinggalan fanservice dari game ini.


No comments:

Post a Comment