Friday, April 19, 2019

Panduan Untuk Menentukan Ups Untuk Playstation 4 (Ps4) Kita



Keresahan terhadap listrik tentunya menjadi sebuah momok untuk perangkat elektronik yang kita miliki, tidak terkecuali PS4 kesayangan kita, tentunya kita ingin sekali merawat PS4 kesayangan ini dengan sangat hati-hati sehingga baka digunakan, salah satu cara untuk merawat PS4 adalah dengan menjaga kestabilan arus listrik yang masuk ke dalam PS4, karena sering sekali listrik itu sendiri malah menjadi musuh dalam selimut perangkat elektronika kita.

Mungkin akan saya jelaskan sedikit wacana apa itu UPS dan macam-macam jenis dan gangguan listrik apa saja yang biasanya terjadi di rumah kita.


Chapter 1: Apa itu UPS?
Sumber daya tanpa kendala/ dalam bahasa inggris nya ialah Uninterruptible Power Supply (UPS) merupakan sebuah alat yang mampu  menyediakan suplai listrik SEMENTARA ke beban (PC, PS4 TV) tanpa terputus pada ketika Main Power (listrik PLN) nya tidak bekerja, supaya seluruh proses dapat tidak boleh dengan benar (Shutdown/ Turn Off PS4), seluruh data mampu disimpan dengan aman (PC), dan komputer atau PS4 dapat dimatikan dengan benar. Makara fungsi UPS itu BUKAN supaya user tetap dapat bekerja, alasannya waktu UPS biasa bertahan biasanya cuma sebentar.


Chapter 2: Kendala listrik yang sering terjadi di rumah kita
  1. Noise - Atau lebih sering kita ketahui dengan tegangan naik-turun namun dalam persentase yang masih masuk akal, misal listrik kita standar 220 volt, terjadi naik turun sekitar 200 - 240 volt itu masih bisa dianggap noise, hal ini mampu ditanggulangi dengan UPS dengan spesifikasi yang ada, Automatic Voltage Regulation AVR yang akan memonitor daya AC yang masuk dan mengatur output ke 220 volt yang halus dan konsisten.
  2. Blackout - Ini terjadi jika Power Utama dari PLN tiba-tiba tidak bekerja / mati listrik. Fungsi dasar UPS untuk mengatasi Blackout ini.
  3. Brownout / Sag - Ini terjadi kalo tegangan (voltase) dari PLN turun (drop) dan naik lagi (kembali) dalam waktu yang sangat cepat. Dropnya bisa nyampe setengah dari yang seharusnya, dan waktunya hanya terjadi sepersekian detik. Kita kadang bisa mendeteksi adanya Brownout ini saat lampu di ruangan mirip berkedip.

    Penyebab Brownout pada umumnya yakni alasannya adalah ada perhiasan beban berat (heavy load) di jaringan listrik, misalnya ada yang nyalain mesin las listrik, atau mesin produksi kapasitas besar. Tambahan bebannya itu gak harus di rumah / kantor kita , bisa aja tetangga kita yang nyalain mesin terus efek ke listrik kita lewat jaringan PLN.

    Brownout ini lebih berpotensi menyebabkan problem dibanding Blackout. UPS murahan belum tentu bisa mengatasi persoalan Brownout ini. Yang harus diingat, kemampuan UPS untuk mengatasi Brownout ini TIDAK BISA dites dengan cara memutus main power ke UPS & menyambungnya kembali walaupun dalam waktu yang sangat singkat.
  4. Surge & Spike - Kebalikan dari Brownout / Sag, ini kalo tegangan (voltase) dari PLN melonjak dan turun lagi (kembali) dalam waktu yang sangat cepat. Naiknya bisa nyampe puluhan kali dari yang seharusnya, dan waktunya hanya sepersekian detik. Kaprikornus kalo tegangan normal listrik kita 220 volt, surge ini bisa bikin jadi 2000 volt atau bahkan 10000 volt.

    Penyebab Surge pada umumnya adalah karena ada berhentinya beban berat (heavy load) di jaringan listrik, misalnya pas mesin las listrik atau mesin produksi kapasitas besar dimatiin. Surge juga bisa terjadi dikala main power kembali nyala sesudah terjadinya Blackout.

    Istilah Spike lebih sering dipakai untuk lonjakan tegangan akhir petir (lightning strikes). UPS berkualitas tinggi biasanya juga dilengkapi dengan Surge Protector.
Chapter 3 : Jenis-jenis UPS
Pada dasarnya UPS dibagi menjadi 2 jenis, yaitu OFFLINE dan ONLINE. Perbedaannya yakni pada sumber daya listrik mana yang jadi Primary Power Source, mana yang jadi Secondary Power Source.


  1. UPS Offline
    Pada UPS jenis OFFLINE, sumber listrik primer adalah stop kontak pada PLN, sumber listrik sekunder yakni inverter atau baterai. 

    Karakteristik penting yang ada pada Offline UPS ialah adanya Switch Time atau Transfer Time, yakni waktu yang diperlukan oleh Switch untuk pindah dari sumber listrik primer ke sumber listrik sekunder pada ketika sumber listrik primer dianggap gagal menjalankan berfungsinya, sehingga ada jeda waktu dimana beban tidak menerima listrik. Offline UPS generasi kini biasanya mempunyai Transfer Time kurang dari 4 mili detik (4 ms). 

    Dari karakteristik di atas, aku sering kali mampu hambatan dari user, ingin UPS harga murah, VA besar, namun saat mati listrik, PC langsung mati, ini karena Transfer Time dari UPS itu tidak kompatibel dengan PSU dari komputer yang memiliki Transfer time lebih lambat dari pada UPS.

  2. UPS Online
    UPS Online merupakan kebalikan UPS Offline, yang mana sumber utama listrik primernya ialah batre, hal ini menciptakan UPS ini sering dikatakan "True UPS", UPS Online juga biasanya memiliki Switch yang otomatis mengambil anutan listrik dari sumber listrik sekunder (langsung dari PLN) bila baterai tidak bekerja. Biasanya UPS Online harganya lebih mahal dari pada Offline.
Chapter 4 : Spesifikasi UPS yang bagus untuk PS4 kita
Kalo milih UPS, ada spesifikasi yang bisa dibaca di box / manual / website nya. Di sini cuma dibahas beberapa spesifikasi yang penting untuk diperhatikan.
  1. UPS Type / Topology
    Jenis UPS ini yang paling penting. Intinya: ONLINE atau OFFLINE? Biasanya, kualitas bette di UPS Online secara umum lebih baik daripada di UPS Offline. Hal ini sebab diasumsikan inverter di Offline UPS hanya berfungsi kadang - kadang dan dalam waktu yang relatif singkat. Jadi kalo kualitasnya gak persis sama listrik PLN ya dianggap terlalu beresiko merusak PS4. Beda dengan Online UPS yang inverternya bekerja terus - menerus, jadi kualitas outputnya harus bener - bener bagus. Namun biasanya ketahanan batre dari UPS Online lebih rendah dari pada Offline
  2. Load Rating (Capacity & Run Time)
    Kapasitas UPS tinggal diubahsuaikan dengan kebutuhan. Mau dipakai untuk berapa total bebannya? misal TV, PS4, Sound System dll Total daya berapa Watt? Yang harus diingat, kapasitas UPS (juga perhitungan beban) ini bisa dinyatakan sebagai Apparent Power, bisa juga sebagai True Power.

    Biasanya Apparent Power dinyatakan dalam satuan VA (Volt-Ampere), sedangkan True Power biasa dinyatakan dalam satuan Watt. Jadi ada UPS yang tersebut menulis spec Maximum Load-nya 600VA (480 Watt). Artinya Apparent Power = 600VA, True Power = 480 Watt, Power Factor = 0,8.

    Jika UPS tersebut hanya menampilkan besaran VA saja, maka kalikan saja VA tersebut dengan 0,6, misal UPS dengan spesifikasi 900VA x 0.6, jadi  True Powernya adalah 540 Watt.
Chapter 5 : Makara UPS mirip apa yang paling cocok untuk PS4 kita?
Ini chapter yang paling di tunggu-tunggu, tanpa basa-busuk mari kita bahas, pertama kita harus tau berapa maksimal watt yang diperlukan oleh PS4 kita ketika sedang berat-beratnya memainkan sebuah games.
  • PS4 Fat : 90-150 Watt
  • PS4 Slim : 55-110 Watt
  • PS4 Pro : 75-160* Watt, Namun ketika memainkan game dengan resolusi 4K mampu sampai 200 Watt atau mampu lebih (anggaplah max 300 Watt maksimal)
  • Jenis TV : Konsumsi daya pada TV ini banyak faktornya, seperti besar inch TV, 24'', 32'', 40'' 42'' atau 50'', resolusi panel HD Ready, FHD atau 4K/UHD, jenis panel misal LCD, LED, OLED, Plasma dll, untuk lebih pastinya kita mampu melihat stiker yang tertera di belakang TV kita, biasanya ada info wacana berapa watt TV kita tersebut, atau kita juga mampu searching di internet, misal TV saya tipe Samsung UHD TV 40KU6300, eksklusif saja saya cari pada bagian Power Consumption (Max) adalah 135W, 135 ini aku sudah mengasumsikan kalo TV tersebut sedang dalam mode 4K, HDR, Brightness paling jelas dan semua fitur utama dari TV tersebut sedang aktif.
Jika teman-teman mempunyai perangkat lain (Speaker/ Sound System) yang terhubung pada UPS silahkan dihitung juga total beban / watt nya


Jadi dari sketsa di atas sudah diketahui total beban yang saya miliki PS4 Pro+TV 4K (300+135) total 435 Watt, jadi dari ini aku sudah mampu membaca kalau aku membutuhkan UPS dengan True Power lebih dari 435 Watt untuk menjaga PS4 dan TV aku mampu bertahan selama beberapa menit ketika listrik datang-tiba padam.


Biasanya juga info spesifikasi yang ada pada UPS juga tidak sesuai 100% dengan kenyataan jadi sebisa mungkin kita mengambil UPS dengan spesifikasi diatas beban yang ada, jangan di pas kan antara beban dan kemampuan UPS untuk menahannya, jika total beban aku 435 Watt ada baiknya saya mengambil UPS dengan spesifikasi 600 Watt, jaga-jaga juga kedepan akan ada alat elektronika lain yang memakai UPS tersebut.


Saya menyarankan, tidak hanya aku, namun beberapa member di forum Kaskus (Forum Diskusi Terbesar di Indonesia) menyarankan UPS yang ideal untuk PS4 ialah :
-ICA UPS LINE INTERACTIVE - ST SERIES - UPS ST623B -

Untuk harga di kisaran 2-2.6jt 

Alasannya :
1. UPS tersebut dapat menahan beban hingga 600 Watt
2. Sudah mendukung Pure SINE WAVE
3. Service Center ICA biasanya sudah ada di kota-kota besar seperti di kota sata Balikpapan.
4. Garansi: 1 ( satu ) Tahun service dan Spare part, 6 ( Enam ) Bulan Battery.
5. Karena sudah Pure Sine Wave UPS ini mampu dikategorikan UPS kelas atas dengan harga cukup miring walaupun mesin tipe Offline
6. Sudah built in stabilizer, jadi tidak perlu stabilizer external. 
7. Sudah mendukung AVR

Minusnya :
1. Masih merupakan UPS Offline

Untuk yang mempunyai dana lebih, bisa menentukan merek APC Online mirip 
- APC SURT1000XLi - harga 9.2jt
- APC SMART SUA1000XLI - harga 5.5jt
- APC UPS SMC1000I - harga 4.9jt

UPS jenis Online sudah tentu mahal, dan tentunya lebih banyak fitur - fiturnya.

Chapter 6 : Epilogue (Berbagi pengalaman eksklusif)
Nah ada lagi nih pengalaman saya, saya dulu membeli UPS abal-abal dengan merek yang kurang populer dan saya lupa, harga di Balikpapan jikalau tidak salah sekitar 800rb, dan penjual memberikan iming-iming jika UPS tersebut manis cuma kalah di merk aja yang masih gila di telinga para konsumen, dari ini saya terpancing untuk mengambil UPS tersebut. dan aku sama sekali belum tau mana UPS yang cantik dan apa saja yang perlu diperhatikan dalam menentukan UPS. Akhirnya sesudah beberapa bulan aku gunakan jadinya UPS itu sama sekali tidak bisa dipakai, saat PS4 fat + TV 32" (setup PS usang aku) listrik pada PS4 saya juga ikut padam, hal ini mungkin karena beberapa hal, pertama saya mengambil UPS Offline (karena harga murah), VA yang tertera pada UPS tidak sesuai dengan kenyataan, terakhir mungkin sebab umur baterai aki yang memang tidak elok dan relatif pendek. Tidak itu saja dikala kondisi tersebut saya paksa kan, masih bermain memakai UPS, rasa-rasanya PS4 tidak mendapat suplai power PLN dengan bagus, PS4 sering overheat dan kadang restart sendiri, dari sini saya pribadi inisiatif melepas UPS tersebut dan tidak memakai UPS lagi.

Report perkara juga dari forum kaskus, banyak member di sana yang menggunakan UPS Abal-abal dan malah merusak PS4 mereka.

Just informasi, kabel utama listrik di rumah aku sengaja aku cantik kan, memakai 3 kabel tebal + ground aktif. Mengingat saya main game hanya pada ketika malam, dan hanya beberapa jam selain di weekend, dan memang sih kadang pas main terjadi mati listrik, namun biasanya kalau pas main game, dan ketika itu turun hujan agak lebat dan berpotensi petir dan mati listrik aku niscaya menyudahi permainan aku. Tidak itu saja, kalau terjadi listrik ajaib, misal habis menyala atau mati listrik lampu tiba-tiba redup perlahan, aku langsung mencabut kabel power PS4+TV saya walau itu dalam keadaan mati, Saat hujan petir pun sebaiknya kabel power PS4 dan TV dicabut, Saya juga tidak memakai koneksi kabel LAN untuk koneksi internet, sebab itu juga berpotensi ter sambar petir, saya tetap setia dengan wifi walau kadang ya lambat.


Semoga info yang aku berikan mampu bermanfaat, dan sebagai artikel aku mengambil dari lembaga kaskus dan berbagai macam sumber.

No comments:

Post a Comment