Friday, April 19, 2019

Review : Days Gone (Ps4)



Days Gone merupakan sebuah game Action-Adventure Survival Horror yang di develop oleh SIE Bend Studio, yang merupakan salah satu first-party developer milik  Sony Interactive Entertainment. Game ini menceritakan tentang keadaan dunia Post-Apocalyptic dimana dunia sudah lumpuh dan hancur. Pembuatan game ini dimulai tahun 2015 dan di umumkan pada E3 2016 dan pada ketika itu mendapat hype yang cukup tinggi dari para gamers di seluruh dunia, direncanakan release pada tahun 2018 namun karena duduk perkara teknis jadinya di tunda hingga kesannya release pada 26 April 2019. Days Gone merupakan sebuah game exclusive yang khusus di buat untuk Playstation 4

Game dengan tema open world dan mengambil sudut pandang orang ke 3 ini, menceritakan ihwal krisis dunia balasan sebuah wabah global misterius yang menewaskan hampir semua umat manusia, ada beberapa manusia yang kebal terhadap wabah tersebut dan bisa bertahan hidup, salah satunya yaitu karakter utama protagonist yang kita mainkan berjulukan Deacon St. John seorang Veteran Perang Divisi ke-10 Tentara AS di Afghanistan. Wabah misterius ini merubah insan menjadi wujud yang dinamakan Freakers, sebuah penyakit yang menciptakan insan menjadi hilang kesadaran dan menjadi zombie kanibal yang sangat aggressive. Para Freakers ini pun semakin lama semakin ber evolusi sehingga membuat bahaya gres yang semakin berbahaya bagi para umat manusia yang tersisa. Pada saat semua harapan sudah  mulai sirna Deacon menemukan kemungkinan istrinya yang berjulukan Sarah Whitaker masih hidup, yang itu alhasil menuntun Deacon dalam pencarian untuk menemukannya.
Grafis dari game ini sangat lah indah, menggunakan Unreal Engine 4 membuat semua aspek grafis dari game ini terlihat cukup matang. Siklus siang - malam, pergantian cuaca secara dinamis, hujan, salju dan panas menambah imbas megah pada game ini. Suasana dunia 2 tahun sesudah umat manusia hampir punah, membuat dunia pada game ini terlihat sudah sepi, hancur acak-acakan, rumah-rumah yang kosong dan mulai di jarah menggambarkan sebuah keadaan yang menurut aku sangat kacau balau. Untuk mampu bertahan hidup insan-manusia yang tersisa harus menciptakan sebuah kelompok-kelompok pertahanan untuk bisa bertahan hidup, baik itu dari Freakers atau dari kelompok lainnya, yang ingin menguasai sumber daya dari kelompok lainnya.



Memang musuh utama dari game ini tidak hanya kumpulan Freakers /Horde namun hal yang lebih berbahaya adalah kelompok-kelompok manusia yang mempunyai kepentingannya masing-masingFreakers dalam game ini di gambarkan dengan cukup buas dan menyeramkan, bayangkan saja dalam gua yang sempit dan gelap kita harus lari-lari mencari jalan keluar dan di kejar-kejar oleh para Freakers. Terdapat juga ancaman dari beberapa binatang yang ikut terinfeksi yang mampu menyerang kita kapan saja. Terdapat juga kelompok-kelompok yang sengaja menciptakan kerusuhan di dunia yang sudah hancur ini seperti kelompok Anarchists dan Rippers, sebuah kelompok yang menganut sebuah akidah yang sesat.
Gameplay dari game ini terbilang cukup standard, berdasarkan aku tidak ada hal yang gres dari sisi gameplaynya. Misi-misi yang terbilang cukup repetitive dan singkat. Karakter utama Deacon harus bertahan hidup, dengan memanfaatkan aneka macam macam barang-barang yang tersisa di dunia yang sedang sekarat ini, mengkombinasi kan beberapa item tertentu untuk membuat berbagai macam senjata baru supaya bisa bertahan hidup. Peta yang di sajikan juga menurut aku mampu dibilang cukup pas, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, adanya sistem menaklukkan arena tertentu untuk membuka full map merupakan hal yang sudah banyak kita temui di game-game open world lainnya tetap di implementasi kan pada game ini. Hal gres yang aku dapatkan dari game ini adalah sistem "Horde" yakni segerombolan Freakers yang akan muncul dari gua atau daerah-tempat tertentu yang akan menyerang kita secara bersamaan dan brutal, kita harus berlari dan menyusun strategi yang matang untuk mampu membasmi titik-titik dimana horde berada.

Satu hal yang cukup menarik adalah persenjataan, handling senjata, apa lagi Sniper aku rasa cukup terasa nyata, saat menembakkan peluru ke musuh serasa benar-benar menembus daging musuh yang kita tembak. Terdapat juga senjata jarak akrab mirip balok kayu, parang, pemukul bisbol yang mampu kita modifikasi dengan memperlihatkan paku atau roda gear, dan saat menghantam kan senjata ini ke musuh maka akan ada anggota badan musuh yang lepas atau hancur menambahkan unsur gore pada game ini.

Nilai sangat plus dari game ini menurut aku ada pada bagian Story line, narasi percakapan yang sangat besar lengan berkuasa antara masing-masing aksara menciptakan game ini menjadi sangat menarik untuk di ikuti. Ekspresi wajah yang besar lengan berkuasa menjadikan aksara utama seperti benar-benar hidup dalam game ini. Cerita yang bertingkat dan perlahan menjadi berat serta perlahan-lahan mengungkap berbagai macam misteri yang ada dalam dunia Days Gone ini. Karakter yang tidak terlalu banyak menciptakan kita mudah menghafal nama dan huruf dari game ini. Banyaknya twist dongeng yang membuat kita tidak bisa mengira-nerka tamat dari dongeng game ini. Adanya abjad representasi LGBT, untung saja tidak di boikot masuk ke Indonesia.
Nilai-nilai Brotherhood (Persaudaraan) yang kuat benar-benar saya rasakan dari game ini, usaha demi sahabat satu-satunya di dunia ini, melaksanakan hal-hal asing demi sobat yang sangat berarti. Pengorbanan dan rela mati menciptakan kisah dari game ini menjadi cukup mengharukan dari aneka macam aspek nya. Saya benar-benar merasa aksara utama mempunyai sifat yang sangat "Manusiawi" dalam menghadapi berbagai macam ancaman di dunia yang sudah hancur ini, rasa takut, marah, benci dan rasa bersalah tercermin dari ekspresi wajah dari aksara utama. Kisah cinta cantik yang tidak di buat-buat dan berdasarkan aku cukup terasa real jika terjadi di dunia yang sudah hancur seperti pada game ini. Di saat dunia sudah hancur lebur acak-acakan, memang sangat susah mempertahankan sifat kemanusiaan dan ini lah yang di pertunjukan pada game ini, disaat hukum sudah tidak ada, maka yang kuatlah yang akan menindas yang lemah.
Untuk berpindah-pindah tempat kita menggunakan Motor Harley, motor ini mampu kita upgrade masing-masing part nya sehingga menjadi lebih besar lengan berkuasa, lebih hening dan materi bakar bisa bertahan lebih lama, kondisi motor kita pun lama-kelamaan mampu rusak dan kita harus perbaiki menggunakan komponen scrap yang kita temukan dari sisa-sisa mobil yang ada. Motor ini juga bisa kita modifikasi secara visual, mengganti warna, merubah tampilan part tertentu. Motor ini pun mampu kita gunakan untuk Fast Travel yang menurut saya sangat membantu. Effect berat, dan suara Motor Harley pun di diimplementasikan cukup bagus pada game.

Untuk Soundtrack dan Sound Effect juga sangat anggun sekali, bisa dibilang sound akan membangun suasana dunia dalam game ini. Lagu melodi gitar dan biola khas lagu-lagu country. Pada dikala-dikala tertentu suasana yang hening, terdengar bunyi angin, rumput dan aneka macam macam binatang membuat dunia dalam game ini menjadi cukup mencekam, suara Freakers yang mengerikan, hewan buas meraung-raung yang siap menerkam kita kapan saja. Tema-tema alunan musik yang Syahdu menggambarkan sebuah impian (HOPE) yang hampir sirna, depresi mendalam. Beberapa lagu dengan lyric yang mengiringi perjalanan kita, mengendarai motor di jalanan yang sepi suasana gelap dan matahari mulai terbit perlahan benar-benar sangat menyentuh hati saya, membuat air mata lelaki menetes (ini adegannya: https://www.youtube.com/watch?v=tqhh18gp5l0)

Beberapa panorama yang terlihat sangat megah dan elok, menciptakan saya ingin selalu terhenti sejenak memperhatikan se-sekitar dan mengambil gambar dari game ini, pepohonan yang bertiup angin yang terlihat begitu detail dan aktual, hujan salju pun terlihat begitu detail, salju yang mulai menebal dan melekat di baju aksara utama, dikala hujan salju usai pun salju mulai mencair dan tanah menjadi lumpur, benar-benar developer dari game ini memperhatikan sampai ke hal-hal yang kecil, memang waktu 4 tahun menciptakan game ini menjadi sebuah game yang cukup matang.
Overall Days Gone merupakan game yang cukup menarik, game yang mempunyai durasi kurang lebih 80 jam ini cukup worth it untuk di miliki, memiliki narasi story yang cukup menarik, story yang tidak terduga-duga. Saya menyarankan untuk memainkan game ini di level hard, sehingga kita benar-benar bisa mencicipi begitu pentingnya 1 buah peluru untuk kelangsungan hidup, lebih banyak membunuh musuh secara sembunyi-sembunyi dan benar-benar merasakan beratnya bertahan hidup dalam dunia Days Gone. Rasanya rindu saat menulis review ini, melihat-lihat kembali capture-capture dari game ini, murung rasanya 80 jam pengalaman menarik yang sudah berlalu.

Game ini juga sedikit banyak menceritakan perihal club motor besar, dengan nama Mongrel MC. Dengan moto "Moriour Invictus" yang artinya "Death Before Defeat"

*NB: Game ini menerima review yang kurang manis di awal pe-release-annya nya, namun berdasarkan saya jika kita memainkan game hanya mencari kelemahan dari game tersebut tanpa menikmatinya maka game se bagus apa pun kita tidak akan mampu menikmatinya. Lihatlah dari sisi bagusnya.

Score dari saya : 9/10

Saya memainkan di PS4 Pro, HDR, TV4K.


No comments:

Post a Comment