Friday, April 19, 2019

Review: Nier Automata (Ps4)



NieR: Automata merupakan sebuah game yang dibentuk oleh developer asal Jepang berjulukan PlatinumGames dan di publish oleh Square Enix. PlatinumGames  sendiri merupakan sebuah developer adonan antara Seeds dan Odd Inc, dan ownernya merupakan mantan boss dari Capcom Clover Studio. PlatinumGames sudah cukup lama melalang buana dengan game ber-jenis hack and slash, tentunya kita sudah pernah mendengar game-game dengan judul Bayonetta, Vanquish, Metal Gear Rising: Revengeance, The Wonderful 101 dan terakhir game nya berjudul Astral Chain di Nintendo SwitchNieR: Automata sendiri sesungguhnya merupakan judul serpihan dari series game dengan judul Drakengard pada abad PS2 dan PS3, namun tentunya mempunyai alur cerita yang berbeda, sehingga kita tidak perlu memainkan seri-seri sebelumnya. Bicara NieR: Automata tentunya tidak lepas dengan nama Yoko Taro, adalah seorang Game Director dan Scenario Writer yang cukup terkenal di Jepang, mungkin sama Jenius nya dengan Hideo Kojima. Dalam setiap game nya Yoko Taro selalu mempermainkan emosi pemain yang memainkan game nya.




Ekspektasi aku dikala memainkan game ini awalnya cukup standar sekali, alasannya sebelumnya sudah tau jikalau game ini memiliki cerita yang sangat pendek, Saat saya cek di web howlongtobeat.com/game.php?id=38029 memang hanya memakan waktu sekitar 20 jam saja, namun secara tidak sadar aku larut dan hanyut kedalam cerita dari game ini dan tidak sadar sudah memainkan game ini selama hampir 40 jam, terbilang cukup panjang untuk game dengan jenis action RPG. Game ini di penuhi dengan berbagai macam filosofi hidup ihwal umat manusia yang sengaja di selipkan oleh Yoko Taro kedalam game ini, kita harus jeli, sebab banyak nama-nama NPC yang bekerjsama di representasi kan untuk hal ini.


Jujur abjad utama wanita berjulukan YoRHa No.2 Type B (2B) yang merupakan salah satu ujung tombak, sebuah sex-pile bagi kaum Adam yang memainkan game ini, namun jangan salah bekerjsama story dari game ini cukup dalam sekali, aku mengucapkan Bravo untuk story yang cukup kompleks dengan penyajian yang unik, saya menerka kalau bos terakhirnya ialah karakter antagonis bernama Adam dan Eve, namun sebetulnya ketika sudah menamatkan skenario pertama dan kedua itu hanyalah permulaan, dari segi cerita yang lebih besar. Saya mencicipi para robot-robot yang bertingkah seperti ingin memalsukan insan, mencoba menggandakan tingkah laku insan, seperti cerita tentang bayi robot yang menunggu untuk bisa cukup umur, padahal tidak mungkin mampu, ada boss robot yang ter-aneh-asing dengan kecantikan fisik, adanya sebuah akidah mirip agama, dan ada sebuah kota parade yang tidak pernah berhenti bersuka cita, dll. Game ini bertitik berat sebuah huruf robot dengan emosi seorang insan




NieR:Automata mengambil setting bumi yang sudah porak poranda karena peperangan antara insan dan robot buatan Alien yang ber eksklusif ribuan tahun, hingga kesannya bumi hanya di tinggali oleh sisa-sisa robot yang masih mampu bertahan, dan semua koloni insan yang tersisa diceritakan di ungsikan ke Bulan. Game ini mempunyai gameplay yang terbilang cukup berfariatif, dengan mode kamera yang berubah-ubah, serta pada titik tertentu kita akan mengendalikan robot dan pesawat, tidak itu saja game ini juga menyajikan beberapa sudut pandang dari masing-masing abjad utamanya mirip YoRHa No. 9 Type S (9S) dan YoRHa Type A No.2 (A2)Setelah menamatkan game ini beberapa kali dan menuntaskan semua skenario yang ada, maka kita akan di Perlihatkan banyak sekali macam sudut pandang dari huruf-karakter protagonist bahkan dari sudut karakter antagonist nya, dari sini saya baru sadar kalau sebetulnya tidak ada istilah Baik dan Jahat, semua hanya masalah perspektif atau sudut pandang saja.



Untuk Soundtrack bisa di bilang game ini mempunyai musik yang lain dari yang lainnya, dimana bahasa yang dipakai sebagai vokal bukan bahasa yang kita kenal, melainkan cuma adonan kata-kata acak yang mengiringi melodi musik. Suara vokal di Soundtrack game ini di ibaratkan hanya salah satu dari instrumen musik yang ada, lagu tanpa arti yang kalau aku dengarkan terasa menyayat hari, mendayu - dayu dan terdengar begitu duka. Yang mau coba dengarkan mampu coba klik link ini : "Amusement Park" atau "City Ruins". Saya pribadi hingga resah ternyata ada ya musik mirip ini ya, sampai-sampai saya sering sekali mendengarkan musik dari game ini di Spotify.



Game ini dari segi grafik terbilang memang cukup standard sekali, sama sekali tidak mencerminkan sebuah game next gen, dimana color tone lebih ke arah monochrome, warna ini yang akan kita lihat sepanjang game ini. Sisi minus dari game ini tentunya terlalu banyak ruang kosong yang tidak ada apa -apa, jenis musuhnya juga sedikit, untuk mencapai suatu titik kita kadang harus berlari cukup jauh dan melewati ruang hampa. Side mission juga di bangun dan di buat untuk melengkapi tingkat kedalaman dari masing - masing aksara, jadi berdasarkan saya cukup penting untuk menuntaskan semua side mission yang ada.



Final boss paling final dari game ini yakni sebuah mini game yang sangat susah sekali, mampu di bilang "mustahil" untuk di selesaikan, namun cukup unik sekali, kita bisa menerima true ending dengan cara bermain secara online, alasannya adalah tidak mungkin kalau menyelesaikan mini game tersebut sendirian, ketika menyelesaikan mini game tersebut juga muncul sebuah peringatan, apakah kita mau membantu orang lain yang mengalami dilema yang sama, namun dengan mengorbankan save game yang kita punya, kalau iya maka benar-benar save game kita akan di hapus, dan data kita akan di masukan ke server untuk bisa membantu player lain yang mengalami kesusahan ketika memainkan mini game tersebut. Hal ini yang saya bilang game buatan Yoko Taro yang mempermainkan perasaan emosi dari pemain yang memainkan game nya, Bayangkan setelah melewati puluhan jam, melewati cerita yang naik turun, mengumpulkan banyak sekali macam item unik, pada akhirnya kita harus bisa berkorban untuk orang lain di sana yang sama sekali kita tidak kenal. Jujur pada mode ini saya sangat terharu, di iringi melodi yang menyayat hati, theme song dikala memainkan mini game tersebut judulnya the "Weight of the World", pelajaran yang mampu di ambil yaitu kita tidak mampu memikul berat dari dunia ini sendirian, kita butuh sahabat atau orang lain untuk membantu kita mengangkat beban itu.



Tidak salah jika portal - portal review games luar banyak memberikan skor 9/10 untuk game yang satu ini, karena benar-benar sebuah game yang berkualitas berdasarkan aku, sudah lama saya tidak memainkan game dengan kualitas yang manis ini.

Score dari saya : 9/10

Dimainkan di : PS4, Tv Full hd 32"


No comments:

Post a Comment